Tulisan dari Pasien MG : Dwitiya Kusuma saat sedang krisis Myastenik: Jangan Berhenti Berdoa Walau Seakan Tuhan Memalingkan Wajah-Nya.

Dwitiya Kusuma (-biasa dipanggil Wiwid) pertama kali didiagnosa Myasthenia Gravis pada akhir 2015 dengan gejala mata turun (ptosis), pandangan ganda (diplopia), kesulitan menelan, dan juga berat dalam proses bernafas. Pada kala itu Wiwid sudah melakukan treatment IVIG berupa suntikan gammaras. Hasil dari treatment IVIG tersebut cukup membawa pengaruh baik hingga Wiwid kembali dapat melakukan aktivitas hariannya.

 

Kelelahan berlebih akibat pekerjaan membuat gadis berusia 29 tahun ini akhirnya harus kembali mengalami krisi Myasthenik diakhir tahun 2016. Sejak Januari 2017 hingga saat berita ini diterbitkan Wiwid masih berjuang untuk bisa segera pulih. Pada tanggal 13 Agustus 2017,YMGI sempat melakukan kunjugan ke rumah Wiwid di daerah Pulo Gebang, Jakarta. WIwid yang merupakan apoteker farmasi ini harus mengalami tindakan trachestomy di lehernya akibat gagal nafas yang terus berulang. Keadaan Wiwid yang cenderung tidak mengalami perbaikan berarti sepakat untuk membawa Wiwid untuk konsul ke dokter Fitri Octaviana, Sp.S(K), MPd.KEd yang kemudiakan akan diupayakan untuk melakukan tindakan pengobatan berupa plasmapheresis.

 

Di tengah perjuangannya, Wiwid sempat berbagi tulisan menarik di blog pribadinya http://dksnote.blogspot.co.id/?m=1  . Berikut tulisan terkini dari Wiwid yang diambil dari blog tersebut.

Jangan Berhenti Berdoa Walau Seakan Tuhan Memalingkan Wajah-Nya..

Dalam kondisiku terbaring di Rumah Sakit, tidak banyak yang dapat kamu lakukan.
Bangun.. Tidur.. Miring kanan.. Miring Kiri.. Buang air.. Latihan napas panjang.. Jam kunjung.. Tidur lagi..
Dan, berdoa..Aku hanya bisa berkata dalam hatiku, 
“Tuhan, tolong aku. Aku ketakutan” 
“Tuhan, kenapa Engkau terasa begitu jauh?”
“Tuhan, dimana Engkau?”
” Tuhan kenapa aku?”
  
Tapi apa yang kurasa?
Ketakutanku tidak serta merta hilang..
Kekhawatiranku pun tetap ada..
Rasa sendirian pun tidak beranjak..
Tuhan masih terasa jauh..
Dia seperti meninggalkanku..Tapi aku bersyukur karena Tuhan tetap menjaga hatiku.Bagaimana kamu tahu Tuhan menjaga hatimu di saat kamu merasa Tuhan mengabaikan doamu?
Ya, aku tahu. Kalau bukan karena Tuhan, aku tidak akan berusaha untuk melanjutkan doaku dan melanjutkan marahku pada Tuhan.
Tapi Tuhan tetap menjaga hatiku agar tetap terarah pada-Nya.
Dalam doa itulah, sedikit demi sedikit aku dikuatkan.
Dalam doa itulah, muncul harapan.
Dalam doa itulah, aku dipulihkan.

Aku tidak bilang ketika kamu berdoa, maka segala kesulitanmu akan disingkirkan, dan keajaiban sertamerta terjadi.
Well, mungkin bisa, kalau Tuhan mau..

Tapi bisa juga justru kamu makin dibanting.. Makin dihantam.. Makin diremukkan..
Tetap arahkan hatimu kepada Tuhan.
Berdoalah.

Di saat kamu tidak tahu bagaimana harus berdoa, ucapkan saja segala keresahanmu.
Di saat kamu merasa Tuhan mengabaikanmu, jangan berhenti berdoa.
Ketika cobaan ataupun dukamu terus tidak lebih baik setelah berdoa, tetap jangan berhenti berdoa, karena percayalah, Tuhan selalu mendengarkanmu.
Ia hanya sedang menunggu waktu yang tepat menjawab doamu, dan waktu itu adalah waktu-Nya.

“Bersuka citalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, bertekunlah dalam doa!”
– Rom 12 : 12 –

(DG)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*