Stres & Myasthenia Gravis

Stres & Myasthenia Gravis

Kata stres bermula dari sebuah kata latin “stringere” yang berarti ketegangan, dan tekanan. Stres merupakan reaksi yang tidak diharapkan yang muncul karena tingginya tekanan masalah pada seseorang. Keseimbangan antara kekuatan dan kemampuan terganggu. Bilamana stres telah mengganggu fungsi seseorang, dinamakan distress. Distress kebanyakan dirasakan orang jika situasi yang menekan berlangsung terus menerus.

Pada saat mengalami stres, tubuh akan menghasilkan hormon kortisol. Hormon kortisol yang diproduksi oleh kelenjar adrenal ini memiliki fungsi untuk membantu mengatur sistem kekebalan tubuh selama dalam kondisi krisis dan tekanan darah, baik itu sewaktu terjadi krisis emosional maupun krisis fisik. Hormon Kortisol efektif untuk membentuk cadangan energi serta mampu meningkatkan kekebalan tubuh untuk melawan infeksi.

Shawn Talbott, PhD seorang ahli biokimia dan gizi sekaligus seorang penulis buku yang berjudul ‘The Cortisol Connection’ mengatakan “Ketika terjadi adanya lonjakan kortisol, hormon ini akan memberitahu tubuh untuk memakan kalori lebih banyak, taktik ini termasuk taktik bertahan hidup yang memerlukan energi besar”.
disaat distress tubuh akan menghabiskan banyak energi karena terjadi lonjakan hormon kortisol yg sangat signifikan, bagi penderita Myasthenia Gravis hal tersebut jelas dapat memperburuk penyakit yg di deritanya. Karena tubuh akan kehilangan banyak sumber energi untuk kontraksi otot yg mengakibatkan semakin melemahnya kinerja otot pada si penderita.

Oleh karena itu perlu sekali bagi MGers untuk memanjemen stres dengan baik, Berikut beberapa tips sederhana untuk mengurangi tingkat stres anda :

1. Berpikir Positif

Optimisme dapat menangkal dampak negatif stres, Sangat penting untuk mengelilingi diri anda dengan orang-orang positif. Mempunyai sifat positif dapat membantu anda menjalani hidup lebih baik dan dapat mengontrol rasa khawatir anda.

2. Tidur yg cukup

Mendapatkan tidur nyenyak yang cukup memiliki dampak besar pada tingkat stres Anda. Fungsi kekebalan dan ketahanan terhadap penyakit pun bangkit. Tapi ingat, ini bisa juga meningkatkan tingkat stres dalam tubuh Anda jika kadarnya berlebih. Jadi, jangan berlebihan karena akan membuat Anda bertambah lesu.

3. Tertawa

Tawa adalah obat stres yang membawa relaksasi. Temukan humor dalam hal-hal dan terlibat dalam aktivitas yang membuat Anda tertawa untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan ketahanan terhadap penyakit. Menurut beberapa peneliti di Loma Linda University Hanya dengan tertawa sudah dapat mengurangi kortisol dalam tubuh hampir setengahnya

4. Olahraga

Olahraga teratur dan aktivitas fisik tidak hanya memperkuat sistem kekebalan tubuh, sistem kardiovaskular, jantung, otot dan tulang, tetapi juga memompa darah dan melepaskan beberapa endorfin. Namun perlu diperhatikan kondisi pasien itu sendiri, bila tidak memungkinkan untuk berolahraga jangan dipaksakan.

5. Meditasi

Meditasi sangat bagus tidak hanya untuk menghilangkan stres, tetapi juga untuk relaksasi otot. Pada sebuah penelitian di Thailand, orang yang sering berlatih meditasi mengalami penurunan hormon kortisol dalam tubuh serta tekanan darah hanya dalam waktu 6 minggu. Demikian juga terhadap orang yang melakukan meditasi disetiap hari dalam kurun waktu 4 bulan secara signifikan mengalami penurunan kortisol rata-rata 20 persen, setidaknya menurut suatu penelitian yang ada di Maharishi University.

6. Dengarkan Musik

Mendengarkan musik favorit merupakan metode bagus untuk mengurangi stres dan menghilangkan kecemasan. Musik yang menenangkan dapat memiliki efek relaksasi pada gelisah, tegang pikiran. Hal ini juga dapat menurunkan hormon kortisol, memperlambat pernapasan dan detak jantung.

7. Pandai-pandailah bersyukur

Bersyukur merupakan cara yang paling ampuh dalam mengatasi stres, dengan bersyukur kita akan senantiasa ingat bahwa segala sesuatu yang kita peroleh merupakan pemberian dari Tuhan dan seyogyanya kita terima dan kita kerjakan dengan rasa ikhlas.

8. Libatkan indera Anda

Aroma tertentu dapat memiliki efek, menenangkan relaksasi pada keadaan pikiran Anda. Anda dapat mencoba menempatkan lilin lavender, lemon atau chamomile beraroma di sekitar rumah atau kantor Anda. Anda juga dapat menggunakan salah satu dari aroma di kamar mandi Anda.

9. Minum teh hijau

Teh hijau mengandung asam amino, Theanine, yang membantu dalam produksi dan pelepasan bahan kimia yang disebut Dopamin. Kedua Dopamin dan Theanine merangsang perasaan kesejahteraan di dalam tubuh. Namun, kafein dapat memperburuk respon stres, jadi hindari minuman berkafein.

10. Berdoa/Beribadah

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Mississippi, melakukan ritual/beribadah keagamaan dapat membentengi seseorang dari tekanan hidup sehari-hari yang dapat memicu stres dan efektif untuk menurunkan kadar kortisol dalam aliran darah. Subyek penelitian dilakukan kepada orang-orang yang rajin ke tempat ibadah mempunyai kadar hormon stres lebih sedikit daripada mereka yang tidak menghadiri ibadah sama sekali. Jika ritual keagamaan tidak cukup menarik untuk anda, cobalah mengembangkan sisi lain spiritual dengan melakukan aktivitas berjalan-jalan di alam, pantai, hutan atau juga dapat menjadi relawan dalam suatu kegiatan sosial.

11. Pijat relaksasi

Pijat dengan lembut dapat Mengurangi Kortisol hingga 31 persen, Memberikan pijatan lembut efektif memangkas tingkat stres. Setelah melakukan beberapa terapi pijat, kebanyakan seseorang mengalami penurunan kortisol hingga sepertiga, menurut suatu penelitian di University of Miami School of Medivine. Disamping menjaga kadar kortisol, pijat juga mampu mengurangi kondisi stres dengan memberikan peningkatan dopamin serta serotonin

12. Menyalurkan hobi

Kegiatan atau aktivitas yg menyenangkan akan membantu mengurangi tingkat stres seseorang, menyalurkan hobi menjadi solusi yg sangat baik untuk mengurangi tingkat stres anda. Karena disaat anda melakukan aktivitas yg menyenangkan maka tubuh anda akan mengeluarkan hormon serotonin yg dapat mengontrol mood anda menjadi lebih baik.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*