Myasthenia Gravis: Snowflake Disease

Tidak ada serpihan salju (snowflake) yang serupa. Begitu pula pengidap Myasthenia Gravis (MG). Myasthenia Gravis adalah penyakit autoimmune yang menyebabkan kelemahan otot. Semua otot gerak dapat diserang, namun kelemahan otot yang dirasakan satu MGers dengan MGers lain dapat berbeda-beda.

Ada yang merasakan hanya lemah di kelopak mata, atau ada yang merasakan lemah otot kaki dan tangan, ada yang menyeluruh (mata, ekspresi wajah, bicara cadel, suara sengau, sulit mengunyah), ada pula yang pertama kali terserang, langsung terkena krisis myasthenic (gagal nafas). Kemudian, tingkat kelemahannya pun berbeda.Dari lemah ringan dan masih dapat beraktivitas secara normal; hingga lemah berat, dan kesulitan untuk beraktifitas.

Juga pada treatment/pengobatannya. Semua MGers pasti minum mestinon. Bedanya, ada yang minum mestinon saja sudah cukup. Namun ada juga yang perlu didampingi obat lain, seperti obat yang berfungsi sebagai imunosupresan. Untuk mestinon pun, dosisnya bisa berbeda-beda.

Itulah keunikan MG. Karena penyakitnya yang cukup unik ini, seseorang yang terdiagnosa MG pun harus dapat memahami tubuhnya sendiri; disiplin mencatat apa yang dirasa; apa yang memicu MG, untuk membantu dokter memahami pengobatan terbaik bagi MGers. 


#juneisMGawarenessmonth #myastheniaGravis #raredisease#snowflakedisease

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*