Kisah Inspiratif Pasien MG : Rini Astuti : ” Insya Allah, Saya akan tetap peduli dan berbagi kepada sesama umat meskipun dalam segala keterbatasan”.

Rini Astuti atau biasa dipanggil Umi Azis merupakan pasien Myasthenia Gravis (39 tahun) yang didiagnoesa pada tahun 2013. Anggota YMGI asal Tangerang ini menjalani plasmapheresis kedua pada tanggal 11 Agustus 2017 di RSCM, Jakarta. Menurut dr. Ahmad Yanuar, Sp.S penyebab dari krisis Myasthenic yang dirasakan adalah kesulitan bernafas yang ditandai kemampuan untuk counting test yang hanya mampu hingga hitungan ke sebelas (untuk ukuran normal harus diatas dua puluh hitungan). Ibu Rini juga mengalami kesulitan menelan dan beberapa gejala Myasthenia Gravis.

Ketulusan beliau dalam membantu sesama dapat dilihat dari kesehariannya yang sederhana. Sang Abi (beliau Ibu Rini memanggil suami) berprofesi sebagai cleaning service di Bandara Soekarno Hatta dianggap cukup untuk menopang keseharian Ibu Rini dan Azis anak mereka. Sebelum terdiagnosa Myasthenia Gravis, Ibu Rini sudah berprofesi sebagai pengajar. Untuk saat ini, Ibu Rini memutuskan untuk tidak lagi mengajar secara komersil, akan tetapi beliau lebih memilih untuk menjadikan kecintaanya dalam mengajar sebagai sebuah proses sedekah ilmu, mengajar dalam kegiatan bimbingan belajar dirumahnya secara sukarela. “ Umi Azis
begitu beliau biasa dipanggil oleh para murid yang sebagian besar berasal dari kalangan ekonomi terbatas. Ibu Rini lebih memilih diberikan imbalan berupa doa yang tulus atas kesehatan dan kesembuhan dari para muridnya ketimbang imbalan berupa materi.

 

Cerita Ibu Rini Astuti berbagi dengan sesama pasien Myasthenia Gravis :

Prinsip Ibu Rini yang selalu ingin berbagi dapat menjadi teladan yang baik untuk kita. Beliau berpendapat dengan semakin banyak kita memberi dan membantu dengan ikhlas, maka bantuan dan kasih sayang dari Tuhan pun akan mengalir dengan tidak putus terhadap kita. Beliau sering menjadi perpanjangan tangan para donator yang ingin menyumbangkan mestinon dan kemudian menyalurkannya melalui program Bank Mestinon YMGI. Selain itu, Ibu Rini juga tidak enggan untuk membagikan sesame pasien Myasthenia Gravis yang kekurangan stok obat rutin seperti mestinon dan immuran. Tak hanya itu, Ibu Rini pun tak senggan meluangkan waktu nya untuk rutin menjenguk beberapa pasien Myasthenia Gravis yang sedang dirawat di RSCM. Menurut beliau sejatinya berbagi bukan hanya sekedar materi, namun juga perhatian dan kasih sayang.

 

Peran YMGI terhadap Ibu RIni Astuti

Ibu RIni menyatakan rasa terimakasihnya atas eksistensi YMGI yang terus berupaya membantu edukasi kepada khalayak umum. Beliau merasa kesulitan untuk menjelaskan tentang apa itu Myasthenia Gravis terhadap keluarganya, kerabat jg teman2nya dan dengan adanya website www.ymgi.or.id membantu beliau atas kesulitan tersebut. Website YMGI dirasa bisa menjadi sumber informasi yang jelas atas dan dapat dipahami. Pada awalnya salah satu kerabat Ibu Rini beranggapan bahwa Myasthenia Gravis adalah cabang ilmu dari design grafis, namun kemudian akhirnya kerabat tersebut dapat memahami lebih dalam tentang Myasthenia Gravis dengan membaca artikel yang ada di website.  Harapan beliau agar YMGI dapat lebih memaksimalkan jangkauan bantuan yang dapat memberikan dampak secara langsung dan meluas.

 

 

“ Insya Allah, Saya akan tetap peduli dan berbagi kepada sesame umat meskipun dalam segala keterbatasan” – Rini Astuti, 2017

 

 

(DG)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*