Kehamilan dan Myasthenia Gravis

Kehamilan dan Myasthenia Gravis

Apakah Myasthenia Gravis akan diturunkan kepada bayi yang dikandung?

Myasthenia gravis tidak diturunkan pada bayi yang dikandung oleh ibu dengan myasthenia gravis. Pasien myasthenia gravis hanya akan menurunkan myasthenia gravis pada bayi yang di kandung jika si bayi memiliki kelainan congenital (bawaan sejak lahir). Kelainan tersebut akan nampak saat masih bayi atau masih kanak-kanak.

Apakah Myasthenia gravis akan mempengaruhi saat proses melahirkan?

Komplikasi yang mungkin terjadi saat kehamilan akan meningkat dibandingkan dengan wanita hamil tanpa myasthenia gravis. Hal ini berkaitan dengan kerentanan membran yang menampung cairan amnion. Wanita dengan myasthenia gravis cenderung memilih melahirkan secara Caesar di bandingkan normal per vagina didasarkan pada pertimbangan tertentu.

Sementara ada juga wanita dengan myasthenia gravis yang dapat melahirkan secara normal per vagina, namun merasakan lelah untuk periode yang panjang, inilah yang menyebabkan mengapa wanita dengan myasthenia gravis memilih untuk melahirkan secara Caesar.

Apakah seorang bayi yang dilahirkan oleh wanita dengan myasthenia gravis akan baik-baik saja?

Bayi yang dilahirkan oleh seorang wanita dengan myasthenia gravis tidak memiliki resiko mengalami kecacatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita tanpa myasthenia gravis.

Bayi yang baru lahir dari seorang wanita dengan myasthenia gravis hanya akan membutuhkan waktu beberapa hari sampai satu minggu untuk menunggu sampai AChR-Abs yang didapatkan dari ibu si bayi hilang dengan spontan. Bayi dengan transien neonatal MG (TNMG) akan tumbuh seperti bayi normal lainnya.

Kecacatan yang mungkin dialami oleh bayi yang dilahirkan oleh Ibu dengan myasthenia gravis adalah arthrogryposis, namun hal ini sangat jarang terjadi. Arthrogryposis adalah kelemahan otot dan deformasi sendi yang terjadi saat bayi dilahirkan.

Apakah obat-obatan yang dikonsumsi oleh ibu dengan myasthenia garvis akan menimbulkan hambatan saat melahirkan?

Sebaiknya pasien dengan myasthenia gravis, berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter apabila memiliki keinginan untuk hamil. Pada masa awal kehamilan, pasien myasthenia gravis biasanya akan mengalami kelelahan yang sangat berarti.

Obat-obatan seperti pyridostigmine Bromide (mestinon) tidak akan mempengaruhi kemampuan seseorang wanita untuk hamil. Resiko mengkonsumsi pyridostigmine Bromide yang mungkin terjadi adalah rasa ingin berkemih yang menjadi lebih sering.

Obat-obatan golongan imunosupresan (penekan imun) misalnya glukokortikoid dapat dilanjutkan selama masa kehamilan.

Apakah kehamilan dapat mempengaruhi tingkat keparahan myasthenia gravis?

Sekitar 1/3 wanita dengan myasthenia gravis akan mengalami keadaan sangat lelah pada awal semester pertama. Semua gejala myasthenia gravis cenderung menurun pada semester kedua dan ketiga. Namun ada beberapa ibu yg mengalami masa remisi disaat kehamilan.

Gangguan tidur mungkin akan dialami oleh wanita hamil dengan myasthenia gravis.

1 Comment

  1. Teman-teman adakah yang bisa menjelaskan, seorang MGers laki-laki telah menikah dan pengin punya anak, padahal dia telah minum obat mestinon sekitar..10 tahun lebih…. apakah obat menstinon ini mempunyai efek atas kesuburan *sperma* laki-laki….
    Teman saya masih khawatir .. jangan2 karena efek mestinon istrinya tidak hamil-hamil…. Tolong dong yang bisa menjelaskannya… makacih….

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*