Tips Mencapai Remisi dan Bagaimana Mempertahankannya

Home Forums Kisah Remisi MG Tips Mencapai Remisi dan Bagaimana Mempertahankannya

This topic contains 3 replies, has 1 voice, and was last updated by  jeffry yulius 11 months, 2 weeks ago.

Viewing 4 posts - 1 through 4 (of 4 total)
  • Author
    Posts
  • #429 Reply

    Yudith Rachmadiah

    Hai teman2… Kenalkan, nama saya Yudith, MGers asal Depok, Jawa Barat ^^
    Cerita dikit yah.

    Saya kena MG dari 2011. Gejala yang dirasakan saat itu : diplopia, tangan lemas bila banyak menulis, lama kelamaan nafas sering tersengal bila habis bicara agak banyak. Nah, sesudah terdiagnosa MG pada bulan September 2011, gejala makin berkembang. Sampai akhirnya saya masuk ICU untuk pertama kalinya di bulan November pada tahun yang sama karena sesak nafas berat. Setelah itu kondisi terus memburuk, sampai akhirnya terpaksa resign kerja pada tahun 2012. Dalam rentang waktu dua tahun sesudah terdiagnosa pertama kali, sudah dua kali saya masuk ICU, dan berkali2 masuk ruang rawat maupun sekedar mampir IGD.

    Yang sangat saya rasakan sejak terkena MG adalah, emosi menjadi sangat fluktuatif, dan cenderung sensitif. Baper kalo istilah anak sekarang 🙂 Hal ini saya rasakan sangat berpengaruh terhadap naik turunnya kondisi. Saya sadari betul itu. Belum lagi pengaruh steroid yang semakin memperburuk kondisi emosional.

    Pada 2014, saya mulai berfikir satu hal, saya yakin, apabila saya mampu memanage emosi, somehow, kondisi saya akan jauh lebih stabil. saat itu harapan saya hanya bisa menstabilkan kondisi. Tidak berani berfikir muluk-muluk untuk bisa remisi. Dan perjalanan saya pun dimulai.

    Setiap kali datang pikiran negatif, atau rasa marah, kecewa, sedih, yang saya lakukan adalah : SELF TALK. Saya berdialog dengan hati. Isi kepala vs Isi hati 😀

    Setiap kali muncul pikiran buruk, saya selalu tanyakan ke diri sendiri, kenapa kamu berfikir seperti itu? Bagaimana bila pemikiran itu salah? Tidakkah kamu merugi? Sudah menyiksa diri dengan pikiran negatif berkepanjangan, ternyata pikirannya salah. Sudahlah membuat lelah dan kondisi payah, mendapat dosa pula karena berprasangka buruk. Dan sebagainya.

    Setiap kali merasakan lonjakan emosi, saya coba untuk menepi sejenak, lalu bertanya pada diri sendiri, kenapa kamu marah? Apa yang membuatmu marah? Apakah hal seperti ini tidak terlalu kecil untuk membuatmu marah? Apa gunanya kamu marah? Dan sebagainya.

    Dan itu semua saya lakukan sampai saya tidak lagi punya alasan untuk berfikir buruk, atau marah, atau sedih, atau kecewa. Ketika semua perasaan itu sirna, saya akhiri sesi dengan memaafkan orang yang sudah membuat saya berfikir negatif, marah, atau sedih. Lalu saya kembalikan semuanya kepada Sang Pencipta. Sambil berdoa agar diberikan kelapangan hati, dan kesehatan yang paripurna.

    Metode tadi, saya namakan RASIONALISASI.

    Sesudah saya mulai bisa mempraktekkan metode tersebut terus menerus, saya mulai memperhatikan satu hal lagi : Makanan yang masuk ke dalam tubuh. Porsi karbohidrat saya kurangi (tidak distop, hanya mengurangi porsi), memperbanyak asupan sayur, buah, mengkonsumsi protein yang sebisa mungkin bukan hasil olahan (meminimalisir MSG, pengawet, dll). Di tahun 2014 alhamdulillah saya mulai lepas dari imunosupresan (saya diresepkan myfortic sejak 2011). Begitupun halnya dengan steroid. Praktis saya hanya mengkonsumsi mestinon.

    Singkat cerita, 2015 alhamdulillah saya masih dipercaya untuk hamil sesudah kosong selama 7 tahun. Anak ketiga. Di bulan ketujuh kehamilan, saya remisi. Gejala hilang hingga kini usia anak ketiga satu tahun. Mestinon masih diminum sesekali bila dirasa aktivitas terlampau berat.

    Alhamdulillah.

    Ini cerita saya. Kamu punya cerita tentang remisimu? Ngobrol disini yuks 🙂

    #492 Reply

    ginan

    Subhnalloh.. terimakasih sudah share ceritanya mba, ibu saya baru 1 bulan terakhir ini terdiagnosa MG, kata dokter kemungkinan gejala sudah sekitar 1 tahun. nanti saya ceritakan pada ibu tentang metode rasionalisasi nya 🙂

    #493 Reply

    ginan

    Subhnalloh.. terimakasih sudah share ceritanya mba, ibu saya baru 1 bulan terakhir ini terdiagnosa MG, kata dokter kemungkinan gejala sudah sekitar 1 tahun. nanti saya ceritakan pada ibu tentang metode rasionalisasi nya 🙂

    #685 Reply

    jeffry yulius

    anaknya membawa berkat ya bu… ^_^

Viewing 4 posts - 1 through 4 (of 4 total)

Balas komentar

Balas komentar: Tips Mencapai Remisi dan Bagaimana Mempertahankannya
Biodata:




Komentar