FAQ ( Frequently Asked Questions) , Beragam pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Myasthenia Gravis

  • Tanya :apa penyebab penyakit mg ??
    Jawab : penyakit mg adalah penyakit kelemahan otot yg parah yg disebabkan kesalahan antibodi si pasien pada paut saraf & otot.. pada sambungan saraf & otot si pasien, imun tubuh si pasien menghambat & memblok sel neurotransmiter (sel asetilkolin) yang menuju reseptor asetilkolin sehingga menyebabkan melemahnya kontraksi pada otot si pasien.

 

  • Tanya: apakah mg dapat disembuhkan ??
    Jawab : sampai saat ini mg belum dapat disembuhkan, namun terapi untuk mg saat ini memungkinkan mgers bisa hidup mendekati orang normal dan pada beberapa pasien dapat remisi (kondisi dimana gejala mg tdk ditemukan pada si pasien dengan atau tanpa obat)

 

 

  • Tanya: apakah mg penyakit keturunan ?
    Jawab: mg bukan penyakit turunan secara langsung (walau dalam beberapa kasus ada), namun dipercaya faktor genetik & lingkungan dapat mencetuskan penyakit mg.. pada beberapa kasus, anak yg lahir dari ibu penderita mg dapat mengalami mg neonatal.. dimana serum antibodi mg ibunya masuk ke anak melalui plasenta.. namun pada kasus mg neonatal tidak menetap, anak hanya mengalami kelemahan dalam hitungan mingsk : apakah ada pengobatan alternatif yg dapat menyembuhkan mg ??
    answer : sampai saat ini belum ada data pasti yg mengkaitkan pengobatan alternatif dapat menyembuhkan mg.. namun terdapat banyak laporan kondisi pasien mg yg semakin memburuk sesudah melakukan pengobatan alternatif (terutama pengobatan herbal yg memicu imun booster seperti propolis & jintan hitam)

 

  • Tanya: apakah mgers boleh di berikan vaksin ??
    Jawab : pada dasarnya pemberian vaksin pada mgers dapat diberikan dengan syarat si pasien tidak dalam mengkonsumsi pengobatan penekan imun (mp, prednison, imuran, myfortic, cellcept, dll) dan jenis vaksinnya bukan vaksin hidup.

 

  • Tanya : adakah makanan atau minuman yg dilarang bagi penderita mg ??
    Jawab: penderita mg baiknya tidak mengkonsumsi makanan yg mengandung pengawet, pewarna, msg yg berlebih, pemanis buatan, makanan instan, minuman bersoda, caffein & alcohol

 

  • Tanya: apakah penderita mg boleh donor darah ?
    Jawab : menurut info palang merah internasional, penderita autoimun dilarang melakukan donor darah.. dan menurut riset yg dilakukan, darah penderita mg yg disuntikan pada tikus percobaan terbukti membuat tikus mengalami kelemahan pada otot.

 

  • Tanya: apakah ada hubungan antara mg & sering lupa ?
    Jawab : mg tidak ada hubungannya dengan daya memory otak, namun obat2an seperti kortikosteroid seperti prednisone atau mp dipercaya dapat mengganggu daya ingat si penderita.. namun di dalam komunitas dipercaya bahwa penderita autoimun sering mengalami brain fog.. kondisi dimana mgers sering mengalami lupa (sering seperti org linglung)

 

  • Tanya: apakah suhu udara panas dapat memperburuk mg ??
    Jawab : suhu udara panas & suhu udara terlalu dingin pada penderita mg dapat memicu perburukan..
  • Tanya: apakah siklus bulanan pada wanita dapat memperburuk mg ??
    Jawab : dari hasil riset diketahui bahwa saat wanita mengalami periode mensturasi, efek perubahan hormon pada tubuh si pasien dapat memperburuk kondisi si pasien.. terkadang stress pada masa pms jg dapat memperburuk mg si penderita.

 

  • Tanya : apakah pasien mg boleh melakukan olah raga ??
    Jawab : olah raga pada mgers pada hakikatnya tidak dilarang, namun yg perlu diperhatikan bila si penderita mulai mengalami kelelahan.. baiknya si pasien segera berhenti melakukan latihan olah raga..

 

  • Tanya: apakah pasien mg boleh hamil Jawab pasien mg tidak dilarang hamil, namun untuk mencegah kejadian yg tidak diinginkan baiknya konsultasikan masalah ini terlebih dahulu dengan dokter yg menangani anda.

 

  • Tanya : apakah pasien mg boleh mengikuti kb ??
    Jawab selama bukan kb yg menggunakan obat hormonal, pasien mg boleh mengikuti kb.

 

  • Tanya: apakah benar obat2an mg seperti mestinon, mp/prednison, imuran dapat membuat kecanduan ??
    Jawab : obat2an myasthenia gravis bukan obat2an jenis psikotrapika yg membuat si pasien menjadi kecanduan, jadi tidak benar apabila obat2an mg membuat kecanduan.. (FD)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*